Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

About me

My Photo
herwanayogi
selamat datang. welcome. bonjour.
View my complete profile

Coffee Bar

Blog

02 May 2011

Bisa Berbicara dengan Luhki?

     Suatu hari, saya pernah mendapat sebuah tugas kuliah yang bagi saya adalah tugas kuliah yang sangat susah. Ceritanya, di semester awal saya masuk kuliah, pada sebuah mata kuliah yang saya sudah lupa apa mata kuliah tersebut, dosen saya memberi tugas yang bagi mahasiswa lain saya yakin bukan perkara susah, yaitu : menuliskan arti nama masing-masing. Terdengar mudah memang, tapi tidak bagi saya. Akhirnya, saya tidak mengerjakan tugas itu. Hanya karena nama saya sendiri, saya tidak mengerjakan sebuah tugas kuliah.
     Tidak hanya sekali dua kali saya memberi pertanyaan wajar dari seorang anak kepada bapaknya, mengenai arti nama yang diberikan. Alih-alih memberi jawaban, Bapak saya malah memberi wejangan sembari membaca koran. "Kamu cari tahu sendiri arti namamu, sama kedua kakakmu. Bapak kasih kalian nama yang sama, itu biar besok kalau kalian sudah besar dan jadi orang, kalian tetap rukun dan ingat bahwa kalian itu saudara..." Saat itu, saya merasa jawaban itu adalah sebuah jawaban yang  terkesan dibuat-buat. Namun setelah lama saya memikirkannya, saya sadar bahwa ada pesan yang coba beliau sampaikan melalui nama(nama) yang telah ia susun untuk diberikan kepada anak-anaknya.
     Saya yakin bahwa ada doa dari setiap nama yang diberikan oleh orangtua pada setiap anaknya. Saya juga yakin, doa itu juga ada di nama saya. Namun sepertinya bagi Bapak saya ada yang lebih penting dari itu, yaitu bagaimana kemudian anak-anaknya berjuang dan menyadari apa doa yang beliau berikan kepada kami tanpa melupakan bahwa ada bagian lain (baca : saudara) dari doa itu yang menjadi satu bagian dari diri kami masing-masing. Terdengar rumit memang, tapi begitulah akhirnya saya menangkap pesan dan doa yang coba disampaikan Bapak saya melalui sebuah nama tanpa perlu kami pusing untuk mengartikannya.
     Akhirnya saya tidak terlalu ambil pusing dengan apa arti nama saya. Bagi saya, pesan bahwa ada doa yang sama di dalam nama dua orang lain yang tak lain adalah saudara saya, sekarang lebih terasa berarti, terlebih di waktu yang terus berlalu yang semakin memberi kesempatan bagi ruang untuk memisahkan, saya masih merasa ada diri mereka hadir di sekitar diri saya, dan saya yakin mereka pun pasti merasakan hal yang sama.


kriiinnngggg.......

"halo, bisa berbicara dengan Luhki?"
"maaf, Luhki yang mana ya?"


1 komentar:

Unknown said...

halooo papa... *macak menthel koyo dimas*

Post a Comment


world in my eyes. Design by Insight © 2009