Hari ini saya nobatkan menjadi "Hari Tidak Jadi" bagi saya. Bermula dari tidak jadinya saya menikmati pagi bersama croissant dan kopi karena harus mengantar Ibunda ke bandara pagi-pagi sekali, yang berarti saya harus langsung ke kampus karena ada kuliah pagi. Ternyata, kuliah pagi ditiadakan, alias tidak jadi. Agenda lain hari ini adalah bermain futsal bersama teman-teman SMA, yang cukup saya tunggu-tunggu karena lama tidak berolahraga dan tidak bertemu dengan mereka. Demi bermain futsal bersama mereka, saya tidak jadi mengikuti drawing lomba bermain PES di kampus. Sampailah saya di tempat futsal. Namun apa mau dikata, jumlah peserta tidak mencukupi untuk bermain futsal karena beberapa teman tidak jadi datang. Daripada pulang, saya mengajak teman-teman untuk menikmati sore sembari mengobrol di angkringan. Namun entah kenapa, angkringan tempat kami tuju tutup, dan akhirnya rencana mengobrol bersama pun tidak jadi terlaksana. Waktu sudah semakin senja dan masih ada agenda lain, yaitu bertemu dengan teman-teman KKN. Dalam perkembangannya, nampaknya ada arah pembicaraan bahwa tempat KKN yang semula kami rencanakan kemungkinan tidak jadi kami laksanakan. Walau belum pasti, tapi sudah ada arah untuk tidak jadi.
Di perjalanan pulang saya berpikir, apa yang terjadi dengan semua ketidak jadian yang terjadi. Saya tidak mau menyalahkan cuaca hujan, karena hujan itu bukanlah halangan. Akhirnya, daripada saya mencari-cari kambing hitam, saya memilih untuk mengambil kesimpulan yang mungkin bisa sedikit menentramkan. Saya pun berpikir bahwa mungkin, setiap hari, atau ada kalanya, kita memiliki tema dalam kehidupan yang kita jalani. Mungkin kita tidak terlalu menyadarinya saat tema "kesenangan" yang menghampiri, atau mungkin tema "datar" yang sedang kita jalani. Kesimpulan yang saya buat tersebut akhirnya mampu membuat saya sedikit menerima dengan apa yang terjadi hari ini. Ah, bukankah segala sesuatu itu lebih bermakna jika memiliki tema? Lantas, apa temamu hari ini? :)

0 komentar:
Post a Comment