Sejak lagu "Dan" pertama kali meluncur di kota Jogja (kalau tidak salah saat jaman SD) saya mulai menyukai Sheila on 7. Selain karena lagu mereka yang bagus, personil-personil Sheila on 7 memiliki kekuatan personal yang berbeda dari band-band lain. Penampilan a la kadarnya diatas panggung, tak berbanding lurus dengan musikalitas mereka yang luar biasa. Musik Sheila on 7 yang pada dasarnya adalah pop, diberi warna lain oleh seorang gitaris yang sangat cerdas menurut saya, yaitu Eross. Eross memberi sentuhan rock n roll dan blues pada musik-musik Sheila, sehingga musik pop yang keluar jadi lebih gahar. Selain itu, Eross selalu memberi warna yang berbeda dalam setiap penampilan live Sheila, membuat setiap aksi live nya selalu dinanti. Begitu hebatnya Sheila on 7 dan Eross-nya, membawa angan saya waktu itu untuk bisa bertemu dengan mereka, dan Eross tentunya.
Sekitar delapan tahun kemudian, saya bertemu dengan seseorang sebut saja bernama Awe, yang memiliki kesenangan yang sama dengan saya, membuat film. Dalam suatu hari di sebuah obrolan tak terarah, kami menentukan arah untuk membuat sebuah film dokumenter, yang bagi saya (mbuh nek kowe we) sangat personal, mengangkat cerita ex gitaris Sheila on 7, Sakti. (cerita dibalik pembuatan film ini mungkin bisa dilihat di ardiwilda.multiply.com). Singkat cerita, dengan menggandeng Jaki (fakhritaksendiri.multiply.com) serta menyeret Dwi (fotodeka.wordpress.com) kami pun merealisasikan proyek tersebut.
Mengangkat film dengan obyek seorang "Sakti" tentu tak bisa lepas dari personil Sheila on 7 yang lain. Kami sempat pesimis bisa mewawancarai personil Sheila on 7 karena kami tahu siapa kami, dan siapa orang yang kami cari. Namun, berbekal kenekatan dan keberuntungan, kami berhasil mengontak Duta dan Eross, dua pentolan Sheila. Nama terakhir membuat saya sedikit tak percaya. Ya, Eross. Akhirnya saya bertemu Eross setelah melalui proses yang cukup panjang (bisa dibaca di blog awe)!
![]() |
| Saya (kaos tanda tanya) dan Eross! |
Dulu, waktu saya masih memiliki mimpi menjadi anak band, saya memiliki cita-cita ingin bisa berkarya bersama Eross. Namun sepertinya cita-cita itu tak akan tercapai, karena seiring berjalannya waktu, saya semakin kehilangan waktu untuk nge-band. Sempat sudah akan mengubur mimpi itu, hingga tak ada yang sangka bahwa ternyata delapan tahun kemudian saya benar-benar berkarya bersamanya, melalui sebuah karya film yang saya buat bersama teman-teman. Eross adalah salah satu orang yang paling ingin saya temui di dunia ini. Kamu?


6 komentar:
yogii...aku juga mauu dong ketemu eross..hehe.
haha ya semoga suatu saat dirimu juga berkesempatan.....hehe...
ini bejo banget bisa ketemu dan ngobrol dengannya..hehe...
eha sekarang herwanayogi.com \m/
*comment tidak penting :D
haha...wes 2011 je...:p
Kalo Mas Jaki digandeng, kok Dwi diseret? HAHAHA.
haha...semiotik sederhana itu sebenarnya. :p
Post a Comment